NASIONAL

Ads

GAYA HIDUP

INFO TNI

INFO POLITIK

PILPRES 2024

Rabu, 24 Juli 2024

Hari Anak Nasional, Satgas Yonif 310/KK Peduli Generasi Emas Papua



Pegunungan Bintang ~ Tingkatkan semangat belajar serta minat anak-anak di perbatasan dalam menuntut ilmu, Pos Oksibil Satgas Yonif 310/KK isi Hari Anak Nasional (HAN) dengan membagikan ratusan perlengkapan dan seragam sekolah kepada siswa-siswi SDN Inpres 1 Dabolding dan SMKN 1 Oksibil di Distrik Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (23/7/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu (24/7/2024).

Dikatakan Dansatgas, Generasi Emas Papua sebagai penerus bangsa, diharapkan mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Mereka perlu memiliki tiga modal dasar sebagai agen perubahan dan pengawas sosial, diantaranya kekuatan moral, idealisme, dan semangat juang.



"Mengusung tema Hari Anak Nasional "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", kami hadir untuk mereka memberikan semangat dan motivasi dalam meraih cita-cita yang lebih tinggi," terang Dansatgas.

Menurut Letkol Inf Andrik Fachrizal, Generasi Emas adalah generasi masa depan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu mendapat perhatian serius dalam era globalisasi saat ini karena generasi emas mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diawaki langsung oleh Pasi Intel Satgas Lettu Inf M. Ramdani. Personil Satgas membagikan ratusan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, alat tulis bahkan seragam sekolah.



"Kedatangan kami disambut dengan riang, anak-anak sangat antusias tampak raut kegembiraan di wajah mereka. Harapannya dengan pembagian perlengkapan sekolah ini anak-anak akan semakin giat dan semangat dalam belajar," tambah Dansatgas.

Disisi lain, Erlina S.Pd (38) selaku kepala sekolah SDN Inpres 1 Dabolding mengucapkan terima kasihnya kepada personil Satgas Yonif 310/KK yang telah membagikan perlengkapan sekolah untuk anak didiknya.

"Saya sangat berterima kasih, kehadiran Bapak-bapak TNI ciptakan kebahagiaan tersendiri untuk anak-anak disini. Di momen Hari Anak Nasional ini mereka mendapat kado yang istimewa," tutur Erlina.


Otentifikasi : Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

DEMI MENIMBAH ILMU, PELAJAR DAN GURU DI SUKABUMI BERGELANTUNGAN DIRANGKA JEMBATAN GANTUNG PUTUS




Sukabumi, Warga dan pelajar serta guru, harus bertarung nyawa melintasi jembatan gantung, penghubung Kampung Cigirang, Desa Neglasari Kecamatan Lengkong, dan Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, separuh fisik jembatan putus dari rangkaian ring tali baja sejak 15 Juni 2024, akibat diterjang air sungai Cikaso yang meluap dengan curah hujan tinggi.

Jembatan gantung ukuran panjang 30 meter, dan lebar 1, 70 meter, melintang diatas sungai Cikaso, dibangun sekitar tahun 2018 lalu.

Leni Sumarni (40 tahun), merupakan warga Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, untuk berangkat mengajar di Sekolah Dasar Negeri Cibadak, Desa Neglasari mengaku dirinya terpaksa melinasi jembatan gantung dengan cara menggelantung.

"Awalnya saya gunakan akses jalan yang lain, yang membutuhkan perjalanan untuk pulang dan pergi mencapai tiga jam lebih, tetapi dengan perjalanan yang menyita waktu juga materi dan tenaga juga, maka saya memutuskan dengan hati berdebar melewati jembatan ini. Kalau lewat melalui jembatan ini dari rumah ketempat kerja saya satu jam kurang, "Kata Leni Sumarni kepada awak media saat ditemui dilokasi, Selasa (23/7/24).

Leni menjelaskan, dengan kondisi jembatan gantung seharusnya tidak layak dilintasi, segala aktivitasnya terhambat serta menyita waktu rutinitas.



"Iya, tentu, soalnya tidak bisa mengefektivaskan waktu, tetap melintasi ini, menghambat juga. Dari kampung Cigirang ke kampung Pamoyanan, ada yang sekolah non formal, ada madrasah Diniyah, tetapi untuk siswa SMP, SMA, SMK, dari kampung kami banyak, bahkan bukan hanya dari kampung kami, ada dari desa Bantarpanjang, banyak menggunakan akses jalan ini, "Keluhnya.

Leni mengisahkan, meski hujan deras turun, air sungai Cikaso meluap, dirinya tatap bekerja menjalankan tugasnya sebagai guru.

"Saya tetap kerja apapun kendalanya. Dulu, sebelum ada jembatan ini, jembatan ini dibangun tahun 2018 kalau tidak salah, saya menggunakan jembatan bambu. Ketika jembata bambu itu tidak ada, maka saya dibikinin masyarakat sampan untuk melewatinya, ataupun saya melewati air tersebut dengan melintas airnya sampai se dada, "Kisahnya.

Dengan kondisi jembatan gantung tidak layak digunakan, akibat terjarangan banjir dan longsor pada 15 Juni 2024 lalu. Leni berharap kepada pihak terkait, ada perhatian segerah lakukan perbaikan jembatan gantung.


"Harapannya kepada siapapun khususnya institusi pemerintah atau siapapun yang merasa terketuk dengan kondisi kami dengan murid kami, dengan masyarakat kami juga yang begitu banyak segerah untuk dibangun jembatan ini dengan pembangunan begitu layak dan bagus dari sebelumnya, "Tandasnya.

Sementara itu, Putri (12 tahun), siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Cibadak, bersama lima temannya terdiri dari kelas 2 dan 5 SD, demi bisa menimba ilmu, terpaksa melintasi dengan bergelantungan dirangka jembatan gantung.

"Mau sekolah Madrasah Diniyah. Ya, gitu pegangang lewat gelantungan, "Ujarnya.

Bilamana cuaca buruk serta hujan turun, demi keselamatan dirinya, Putri bersama temannya, terpaksa meliburkan diri.

"Takut, tidak berani. Kata guru jangan berangkat sekolah, takut tidak bisa pulang, nanti hanyut, "Keluhnya.

Namun saat kondisi cuaca cukup bersahabat, dan air sungai Cikaso surut, iya bersama temannya tidak khawatir. Bahkan melintasi dasar sungai Cikaso.

"Kalau cuaca begini, berani, 'Ucapnya.


Naga

Selasa, 23 Juli 2024

TNI Bersama AB-PUE Uni Emirat Arab Laksanakan Orentasi Medan Di Rahlat Puslatpurmar 6 Antralina



Sukabumi

Kunjungan Sops TNI bersama tentara AB-PUE dalam rangka melaksanakan orentasi medan di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 6 Antralina, Sukabumi, Jawa Barat. Selasa (23/07/2024).

Orientasi medan yang dipimpin langsung Pabandya-3 Latma Non Asean Letkol Laut (P) Dwi Herdian ini untuk mempersiapkan Latihan Gabungan (Latgab) yang melibatkan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan  AB-PUE.

Mengetahui kondisi dan situasi medan terkini dan sebagai gambaran untuk menerapkan secara langsung rencana yang dibuat di home base sehingga pelaksanaan latihan dapat berjalan sesuai rencana 



dan diharapkan nantinya penyelenggaraan latihan satuan dapat berjalan dengan baik.

Sebelum melaksanakan orentasi medan, Sops TNI bersama AB-PUE tiba di Rahlat Puslatpurmar 6 Antralina transit di Cafe Jampang guna dilakukan cek tekanan darah (Tensi).

Kegiatan dilanjutkan peninjauan beberapa fasilitas daerah latihan seperti garis tembak sniper, Mortir 60, SMR, SMS, lapangan tembak pistol, senapan jarak 200 m, barak, gedung BP serta diakhiri dengan peninjauan lokasi Jungle survival hutan BLK.

Prima RK

Ketum LPI Pejabat Publik Apalagi APH Harus Lebih Bijak Dalam Berkata , Kami Akan Aksi Menuntut Yang Bersangkutan Di Copot.!!!

 

Sukabumi, 
Laskar Pasundan Indonesia (LPI) ikut angkat bicara menengai dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Oknum Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi kepada salah satu jurnalis pada saat acara hari bhakti adhyaksa 2024 di kantor kejaksaan negeri Kota Sukabumi yang mana hal itu mendapkan kecam keras dari ketua umum Lpi.

Rohmat Hidayat. Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mengatakan kepada awak media pihaknya menyangkan atas sikap arogan yang di tunjukan oleh pejabat publik apalagi yang bersangkutan adalah Aparatur penegak hukum (APH) seharusnya lebih bijak dalam berkata apalagi terhadap para media yang mana sebagai publik wajib kiranya mengetahui setiap proses yang ada disana.

" Sebagai seorang APH adalah pejabat publik seharusnya dapat melayani publik dengan baik bukan malah menunjukan sikap arogan wong di gajih juga dari uang rakyat " ketus Rohmat

Rohmat juga menambahkan sebagai seorang APH yang bersangkutan tidak lah baik dengan kalimat ngegas simplenya ada hak ko untuk tidak menjawab bukan malah membentak hal ini perlu menjadi pelajaran dan perhatian semua pihak saya akan bersurat ke Kejaksaan Agung meminta kepada jaksa agung untuk mencopot yang bersangkutan dan periksa rekam jejak penanganan kasus " cetus Rohmat

Pihak Lpi pun akan segera menggelar aksi unjuk rasa di Kejari Kota Sukabumi agar yang bersangkutan segera di copot dari jabatanya yang mana seharusnya sebagai seorang APH dapat menunjukan sikap yang lebih humanis apalagi ini mengenai pelayanan untuk publik hal yang di lakukan ini tidak lah mencerminkan sebagai pejabat publik yang baik jadi harus di copot .

Bukan hanya itu Lpi juga mendesak Keterbukaan Informasi Publik pada beberapa dugaan kasus yang di tangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi hal itu bertujuan agar tidak ada lagi pertanyaan dari publik jika memang itu di kemuka kan karena dengan adanya hal ini jelas pihak dari kejari kota sukabumi tidak mau menjawab pertanyaan wartawan makanya bersikap seperti itu.

Maka dari itu LPI akan menggiring ke komisi informasi agar setiap adanya dumas dapat di transfarankan setiap proses yang di jalankan tidak seperti saat ini yang terkesan lebih tertutup.pungkasnya

Red

Abdul Majid ketua Ideas Muda Sukabumi " Abdul Majid" sikapi Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi



Sukabumi, Abdul Majid ketua Ideas Muda Sukabumi sikapi Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi hardik wartawan . Kami menyayangkan terkait tindakan kasi pidsus Kejari Kota Sukabumi yang seakan-akan merendahkan kredibilitas pers, dengan menutup-nutupi peristiwa yang terjadi di kota Sukabumi.

Hal tersebut tentunya tidak boleh dilakukan oleh pejabat publik, karena keterbukaan informasi publik merupakan salah satu indikator dalam menciptakan pemerintahan yang baik (good governance) yang diperlukannya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat. mestinya segala informasi yang menyangkut urusan publik mesti dikonsumsi oleh publik.

Informasi publik juga merupakan bagian dari hak asasi manusia, bagaimana kemudian masyarakat berhak untuk mendapatkan segala informasi ataupun peristiwa, terlebih jika informasi tersebut menyangkut dengan badan-badan publik.

Kejaksaan merupakan salah satu institusi penegak hukum yang tentunya sebagai penegak hukum paham terkait dengan keterbukaan informasi yang sudah diatur dalam Undang-undang KIP. Kami sangat prihatin apabila pejabat di lingkungan kejaksaan tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan pers.

Pers berwenang untuk menanyakan apapun terkait dengan informasi publik untuk menghasilkan informasi yang akurat. Kemudian dengan adanya kebebasan pers masyarakat akan dapat mengetahui berbagai peristiwa, termasuk kinerja pemerintah, sehingga muncul mekanisme check and balance, kontrol terhadap kekuasaan, maupun masyarakat sendiri. Karena itu, media dapat dijuluki sebagai pilar keempat demokrasi, melengkapi eksekutif, legeslatif, dan yudikatif. Kebebasan pers pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Dengan kebebasan pers, media massa dimungkinkan untuk menyampaikan beragam informasi, sehingga memperkuat dan mendukung warga negara untuk berperan di dalam demokrasi.

Oleh karenanya kami tidak mengindahkan pertanyaan kasi pidsus terhadap rekan-rekan media tersebut, kejaksaan mestinya memberikan keterangan apa yang menjadi pertanyaan dimuka umum. Sebagai badan publik yang menegakan hukum mestinya mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan juga.

Red

Dedi Mulyadi Siap Mendukung Deden Deni Wahyudin Untuk Maju Di Pilkada Sukabumi 2024.




Sukabumi
Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Siap Mendukung Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Indonesia ( Apdesi) Kabupaten Sukabumi Deden Deni Wahyudin untuk maju sebagai Wakil Bupati Sukabumi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Dukungan yang diberikan Dedi kepada  Deden DW tersebut. Karena Deden dianggap telah berpengalaman sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi serta kepala Desa yang terjun langsung dengan masyarakat hal tersebut di Ungkapkan Dedi Mulyadi Usai menghadiri kegiatan Apdesi kepada awak media Di salahsatu hotel Salabintana Kabupaten Sukabumi. Minggu (21/07/24). 

Dedi Mulyadi menyebut Deden DW memiliki pengalaman Cukup baik selain sebagai Ketua Apdesi dan juga sebagai Kades Deden juga merupakan Pengusaha infrastruktur di Kabupaten Sukabumi. 

"Kami lebih menemukan harapan-harapan pada Deden sebagai Calon kepala daerah yang benar-benar memikirkan kebutuhan konkrit rakyat,"  terangnya. 


Ditempat yang sama Deden Deni Wahyudin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan restu yang diberikan oleh Dedi Mulyadi. Meskipun tidak mendengar secara langsung saat diwawancara wartawan, Deden meyakini bahwa Dedi Mulyadi, yang merupakan "Bapak Aing" dan telah melakukan komunikasi intens dengannya, akan mendukungnya. 

"Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan restu dari Kang Dedi Mulyadi. Meski saya tidak mendengar secara langsung saat diwawancara wartawan tadi, saya meyakini bahwa Kang Dedi Mulyadi, yang merupakan 'Bapak Aing' dan sudah melakukan komunikasi intens dengan saya, Insya Allah akan mendukung," ujar Deden.

Deden DW  menyambut baik dukungan dan support dari Bapak PresidenDedi Mulyadi. Baginya ini adalah kepercayaan. dan Amanah.

"Dukungan dan kepercayaan ini yang dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Sukabumi, kita harus bergandengan," ungkapnya

Deden menambahkan Dengan restu yang luar biasa dari Dedi Mulyadi dan 381 Istri Kepala Desa, Deden Deni Wahyudin semakin mantap dalam langkahnya untuk berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 Kabupaten Sukabumi. 

"Semoga sinergi dan dukungan yang diberikan dapat membawa Kabupaten Sukabumi menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera di bawah kepemimpinan yang visioner." Tuturnya

Prima RK

*Edukatif Dan Kreatif Di Momen MPLS, Satgas Yonif 310/KK Berikan Wasbang Serta Pelatihan PBB*



Keerom ~ Dalam rangka mendukung kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif, Pos Senggi Satgas Yonif 310/KK berikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta latihkan Peraturan Baris Baris (PBB) bagi peserta didik baru SMKN 2 Keerom di Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (22/7/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang

Dikatakan Dansatgas, pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) peserta didik baru tahun ajaran 2024/2025 prajurit Satgas Yonif 310/KK turut andil dalam membentuk karakter generasi muda.

"Kegiatan ini selain membantu pihak sekolah, bertujuan pula untuk menanamkan sikap disiplin, rasa cinta tanah air dengan pemahaman wawasan kebangsaan serta membentuk karakter generasi muda melalui pelatihan baris berbaris," terang Dansatgas. 

Menurut Letkol Inf Andrik Fachrizal, MPLS dilaksanakan tidak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, akan tetapi perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pasiter (Perwira Seksi Teritorial) Satgas Yonif 310/KK Letda Inf As'ari. Sejumlah 30 orang siswa-siswi peserta didik baru terlihat sangat antusias, terbukti mereka aktif bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan.



Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang diberikan meliputi 4 Pilar Kebangsaan diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sedangkan PBB (Peraturan Baris Berbaris) yang dilatihkan adalah sikap sempurna, istirahat di tempat, lencang depan, lencang kanan, hadap kiri, hadap kanan, balik kanan, hadap serong kanan, hadap serong kiri, penghormatan dan jalan di tempat.

"Sengaja kita kombinasikan antara kegiatan dalam ruangan dan luar ruangan agar para siswa-siswi tidak jenuh dalam menerima materi yang diberikan," tambah Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Disisi lain, Dirkoyari, S.Pd., (47) selaku Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh personil Satgas Yonif 310/KK dalam kegiatan MPLS di sekolahnya.

“Kehadiran Bapak-bapak TNI dari personil Satgas disini sangat membantu kami dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada siswa-siswi baru. Ini merupakan kerja sama yang baik dalam mendukung pendidikan di daerah ini," tutur Dirkoyari.


Otentifikasi : Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Kajati Jabar Pimpin Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64




Bertempat di halaman Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Katarina Endang Sarwestri. S.H.,M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara memimpin upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64 berlangsung pada hari Senin, 22 Juli 2024, dimana Upacara Peringatan diikuti oleh seluruh Pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Se-Jabar melalui zoom meeting.

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64
Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64
Dalam sambutannya Kajati Jabar menyampaikan 7 Perintah Harian Jaksa Agung Rl tahun 2024 yaitu sebagai berikut :

Bangun budaya kerja yang terencana, procedural, terukur, dan akuntabel dengan terwujudnya kepatuhan internal dan mitigasi risiko untuk mencapai tujuan organisasi.
Gunakan hati nurani dan akal sehat sebagai landasan di dalam melaksanakan tugas dan kewenangan.

Wujudkan soliditas melalui kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak guna mengakutalisasikan prinsip een en ondelbaar.
Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64
Benahi pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas secara efektif.

Jadikan Pembinaan, Pengawasan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan sebagai trisula penggerak perubahan sekaligus penjamin mutu pelaksanaan tugas secara profesional dan terukur.
Laksanakan penegakan hukum yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Persiapkan arah kebijakan Institusi Kejaksan dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-64.

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64
“Akselerasi Kejaksaan Untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas”.
_____
***SIARAN PERS Nomor: PR-48/Kph.2/07/2024
KEJAKSAAN TINGGI JAWA BARAT
Jl. LLRE Martadinata No. 54 Kota Bandung

Senin, 22 Juli 2024

Door Stop Hari Bhakti Adyaksa Kejaksaan di Kota Sukabumi, Jurnalis Dihardik Kasi Pidsus




SUKABUMI - Tindakan tidak menyenangkan diterima seorang jurnalis media online nasional yang dihardik oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi, pada saat acara Hari Bhakti Adyaksa 2024 di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, pada Senin (22/7/2024).

Kejadian berawal saat para jurnalis yang melakukan door stop dengan Kajari Kota Sukabumi, Setiyowati yang memaparkan capaian kinerja Kejari Kota Sukabumi. Ada beberapa pencapaian yang dijelaskan termasuk pada kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset Pasar Gudang.

Kejari Kota Sukabumi, Setiyowati yang menyerahkan kepada Kasi Pidsus, M Taufik Akbar untuk lebih rinci menjelaskan kasus tersebut, mendapatkan pertanyaan dari sejumlah jurnalis termasuk dari kontributor detik.com, SF yang menanyakan apakah ada mantan Wali Kota Sukabumi yang diperiksa.

Bukannya mendapatkan jawaban, jurnalis perempuan tersebut dihardik dengan nada tinggi oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Sukabumi, dengan menanyakan kembali kepada jurnalis, siapa yang bilang (ex-Wali Kota Sukabumi diperiksa) dan bertanya kembali, kenapa jurnalis mau bertanya pertanyaan seperti itu.

Mendapatkan perlakuan tersebut, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya, Apit Haeruman mengutuk keras aksi yang dilakukan oleh Kasi Pidsus tersebut. Menurutnya, seorang jurnalis berhak menanyakan hal tersebut kepada narasumber yang kompeten untuk menjawabnya.

"Harusnya tadi tinggal jawab saja, tidak perlu dengan nada keras dan bertanya kembali ke jurnalisnya. Karena profesi kita berhak untuk bertanya apalagi saat itu Kasi Pidsus sebagai narasumber yang kompeten untuk menjawab pertanyaannya," kata Apit kepada awak media.

Walaupun sudah ada permintaan maaf dari  Kasi Intelijen dan Kasi Barang Bukti Kajari Kota Sukabumi, lanjut Apit, harusnya Kasi Pidsus yang bersangkutan langsung, yang meminta maaf kepada jurnalis media online nasional tersebut.

"Jika dibiarkan, ke depannya akan menjadi preseden buruk bagi jurnalis ketika akan meminta waktu untuk melakukan wawancara. Para pejabat dengan seenaknya bisa memarahi jurnalis jika ada pertanyaan yang tidak membuat nyaman dirinya, padahal itu pertanyaan penting dan tidak menyinggung pribadi," pungkasnya.

Red

puluhan warga yang tergabung dalam GPS, lakukan aksi di kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga



Sukabumi. - Persoalan warga Sukabumi yang tergabung dalam wadah Gerakan Prima Sukabumi (GPS) terhadap aktivitas PT Prima Mixindo Utama yang melakukan pembangunan saluran drainase di ruas jalan Provinsi Jawa Barat, hingga menyebabkan tiang listrik ambruk hingga menimpa pagar rumah warga di wilayah Jalan Raya Cemerlang Kota Sukabumi, terus berlanjut.

Koordinator Gerakan Prima Sukabumi, Danial Fadhilah mengatakan, pemeliharaan berkala Jalan Raya Cemerlang Kota Sukabumi, merupakan pekerjaan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan oleh PT. Prima Mixindo Utama yang dinilai tidak serius dalam menjalankannya.

"Kejadian tumbang tiang PLN pada tanggal 29 Juli 2024 yang menghantam salah satu rumah warga dan membuat arus lalu lintas dan listrik terhenti sejenak, bukan hanya disebabkan oleh hujan yang deras. Melainkan karena ada galian irigasi yang membuat penyangga dari tiang PLN tersebut menjadi tumbang," kata Danial kepada awak media Senin (22/07/2024).

Selain itu lanjut dia, kejadian tumbangnya tiang PLN ini, juga dinilai akibat galian yang dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan dan menyebabkan bocornya pipa PDAM. Sehingga mengakibatkan aliran air kepada warga menjadi tersendat.

Untuk menyampaikan tuntutan tersebut, puluhan warga yang tergabung dalam GPS, telah melakukan aksi demonstrasi di kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, tepatnya di ruas Jalan Raya Bhayangkara, Kota Sukabumi pada Jumat (05/07) lalu.

"Kepala UPTD Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, pun memberikan konfirmasi atas kejadian tersebut, karena kelalaian dari pelaksana yaitu PT. Prima Mixindo Utama," tandasnya.



Lebih lanjut ia menjelaskan, pasca beberapa kejadian yang disebabkan karena lalainya pelaksana, UPTD Bina Marga setempat telah memberikan surat evaluasi pelaksanaan pekerjaan kepada pelaksana, terkait agar segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menaati ketentuan dalam pelaksanaan pekerjaan.

"Intinya, kami akan terus mengawal pekerjaan tersebut, setiap saat sampai tuntas. Bukan hanya itu, kami juga berharap PJ Gubernur Jawa Barat, pun turut mengawasi langsung kegiatan pembangunan insfrastruktur tersebut," tukasnya.

Apabila tuntutan warga tidak segera terealisasi, GPS berencana akan kembali turun melakukan ke jalan untuk aksi demonstrasi ke kantor UPTD Bina Marga Provinsi Jawa Barat, untuk mendesak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada Prima Mixindo Utama.

Bukan hanya itu, pengawasan kepada Bina Marga Provinsi dari Gerakan Prima Sukabumi pun, akan terus berlanjut terhadap pekerjaan lainnya. Seperti pemeliharaan Jalan Lingkar Selatan dan Pemeliharaan Ruas Jalan Cibadak- Cikidang- Pelabuhanratu - Jalan Bhayangkara Pelabuhanratu.

"Alasannya sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal serupa yang merugikan masyarakat luas, karena pengawas tidak serius dalam mengawasi pekerjaan tersebut," pungkasnya.

Red

INFO HUKUM

INTERNASIONAL

KRIMINAL

DAERAH

NASIONAL

© Copyright 2023 INFONEWS WEB | Amanah Aspirasi Rakyat | All Right Reserved